Jumat, 14 September 2018

CATATAN ADIK

"Tolong!" merupakan permohonan atau ucapan karena mereka tak berdaya. Dan itu adalah hal yang wajar. Bukankah begitu?

Memang, dan seharusny seperti itu. Tapi ada banyak macam permintaan tolong

Jadi, dengan banyaknya macam permintaan tolong itu menjadi hal yang wajar?

Mungkin masih wajar. Kuharap seperti itu. Kamu pasti mengetahui manusia itu selalu merasa kurang dan selalu tak puas dengan tiada hentinya. Dan ujungnya seakan berlagak seperti tuhan. Apakah itu wajar? Oh sungguh itu adalah hal yang tak waras menurut logika dan peradaban.

Bukankah sejarah dan peradaban telah mengajarkan batasan-batasan menjadi manusia yang ideal, sebut saja agama?

Lalu bisakah kamu menjawab apa yang agama ajarkan? lalu mengapa kamu melanggarnya juga?

Aku juga tak tahu. Walaupun aku sudah mengerti, paham dan yakin, entah mengapa dalam pelaksanaan banyak sekali terjadi kegagalan. "Aku merasa menjadi manusia paling buruk" itu yang dikatakan rasa rendah hatiku

Lalu bagaimana dengan rasa hatimu sendiri?

Mungkin aku merasa lebih baik. Karena diluar sana masih banyak yang lebih buruk perangainya daripadaku.
Mengapa aku merasakannya seperti ini? Aku memang terburuk, aku tak tau hati ini? Rasa ini? Ujungnya "pantaskah aku menjadi manusia?"
Tolong aku! Apa yang harus ku perbuat?

Aku tak bisa menolongmu. Tuhanmulah yang menolongmu dan bersungguh-sungguhlah dalam meminta tolong pada-Nya.
Tuhan Maha Perkasa. Tuhan Maha Bijaksana. Tuhan Maha Pengasih. Tuhan Maha Penyayang.
Jangan meminta tolong selain Tuhanmu. Kamu sudah paham sekarang?!

Mungkin sekarang aku paham. Kalau untuk nanti aku tak tahu. Terimakasih

Sama-sama

Tunggu siapa kamu?

Akulah isi hatimu

Cirebon, 14 September 2018